![]() |
| Reva Dwi Handayani |
Sekitar 2 blan yang lalu aku putus dengannya setelah menjalin sekitar 2 tahun yang lalu...namanya reva dwihandayani...dia baik, pemalu, keras kepala juga, paling manis diantara semua mantanku, dia tak tegaan,...berawal dari sahabat sahabatku...dia meminta untuk mengirimkan salam kepadaku...ya aku terima wong salam...dia minta nomer telponku juga, berlalu dengan sms dan pujian dilontarkannya kepadaku, malu ketika mengingatnya, selang beberapa minggu dia nembak aku..."Mas aku sebenarnya dari lama memerhatikan kamu lo, semenjak kamu berpacaran dengan krista aku juga memerhatikan kamu lo" begitu saja kalimat itu keluar dari mulut tipisnya..otomatis aku langsung tercengang danberkata dalam hati "Anak ini gendeng ta sempel se...mosok gorong gorong langsung ngomong ngunu"...dengan senyuman aku membalasnya dan dengan kata "mosok se' langsung menutup perkataan dia dengan senyuman...setelah dia berkata itu dia langsung menembak aku...dan aku tidak bisa langsung menerima aku minta waktu 1 minggu untuk memikirkannya karena aku habis putus dengan seseorang teman kampus yang baru saja putus..namanya ica...tiap malam dia telpon aku dan sms menanyakan jawabannya...dengan nada agak kasar aku peringatkan dia untuk tidak terlalu sering mengganngguku melalui sms dan telp karena pada waktu itu aku terlalu sibuk dengan urusan keorganisasian kampus dan pada waktu aku juga ditunjuk mahasiswa teknik untuk menjadi Gubernur BEM teknik...dia dengan nada melas mulai sedikit menghormati aku...dan bilang akan mengurangi tempo sms dan telpon dia...
satu dua hari sampai 5 hari aku sudah memberi jawaban terhadap dia..."Aku gak bisa berpacaran dengan kamu karena aku habis putus dengan pacar aku, jadi aku masih trauma...maaf yaa..aku takut nanti kamu gak bisa saya perhatikan dan sama seperti dulu dulunya, gak kuat dengan aku karena sifatku yang jarang sekali memberikan perhatian lebih terhadap layaknyaseorang pacaran. jadi aku gak bisa menerima kamu maaf ya"...dengan logat sedikit jual mahal tapi sebenarnya memang seperti itu kondisiku yang tidak ingin berpacaran karena trauma...hufff...lanjut yee,,,dia dengan lantang bicara "kenapa tidak kita coba, kita coba saja berpacaran dulu dan aku tahu kondisinya seperti apa dan akan aku terima semua konsekuensinya"...hmmm dengan nada memaksa dia bilang seperti itu...beberapa detik aku terdiam dan berpikir, aku terima aja kali ya daripada kagak ada tempat curhat..."yo wes tak terima tapi aku gak mau km menuntut diriku dengan berlebihan"langsung tak sahut seperti itu...s
setelah aku mernerima si reva....to be continew yaaaa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar